Opini

Blog Sebagai Ruang “Escape” dan Nostalgia

Sejak dulu kira-kira tahun 2012, saya sudah menjadikan blog sebagai ruang untuk pelampiasan entah itu pusing karena banyak pikiran, stres, kesepian, kerinduan, dll.

Tentu saja blog sudah selayaknya juga menjadi tempat untuk berekspresi, mencurahkan ide-ide atau sekedar perasaan dan pikiran.

Beban di kepala seakan berkurang signifikan setelah saya menuangkan isi kepala menjadi coretan di blog.

Sayangnya hal ini seakan saya lupakan sejak, mungkin sesaat sebelum covid menyerang. Ya, orientasi saya berubah total.

Apalagi ketika saya berani menjual blog kesayangan saya, rasanya ngeblog dengan tujuan untuk melampiaskan perasaan dan pikiran, sudah tak berlaku lagi. Hanya ada tujuan uang, uang, dan uang.

Lalu sejak beberapa waktu lalu, saya sudah mulai sering lagi untuk menuangkan ide-ide yang tersimpan di coretan buku ataupun notes di laptop dan HP ke dalam coretan di blog. Kadang tujuannya biar gak hilang saja dan mudah untuk mencari lagi.

Soal uang, mungkin semua blogger setuju, cari uang dari blog itu susahnya sudah setengah m*mpus.

Sejak kemunculan rangkuman oleh Google sejak entah berapa tahun lalu, dan kemudian diikuti secara agresif oleh AI, maka blog semakin ditinggalkan.

Bukan berarti tidak ada sama sekali yang berkunjung ke blog. Saya sendiri masih sangat rutin membuka blognya kang Taufik di TMCblog.com.

Tapi ya sudah, itu saja yang saya buka. Sedangkan GSMArena walaupun juga sering, tapi mungkin masuk ke golongan web media.

Di blog JustMuha ini, lucunya masih adaaa aja yang berkunjung setiap hari, tentunya banyak yang nyasar dari mesin telusur Google.

Saya sudah malas untuk ngepoin data statistik lebih lanjut untuk tau; sebenarnya artikel mana di blog ini yang masih nyangkut di posisi atas Google Search.

Lalu kenapa saya memberi judul dengan istilah “Escape” dan Nostalgia?

Escape itu di sini saya maksudkan sebagai coping mechanism, alias cara saya menghadapi stres atau pusing dengan pergi ke blog lalu curhat. Seperti misalnya Escape to Bali untuk healing.

Sedangkan soal nostalgia, saya baru merasakan di malam ini bahwa, saya selama belasan tahun selalu ditemani oleh blog, bahkan blog ini juga sudah ada sejak 2012.

Jadi ketika saya masih posting entah itu coretan atau artikel review, sebenarnya saya bisa merasakan rasa yang mirip seperti waktu itu.

Masa ketika hidup seperti lebih nikmat… Masa ketika problem is not that many…

Yeah. I miss the old days… maybe we all are…

Walaupun kita punya kehidupan saat ini, banyak orang yang masih menyimpan kenangan dan nostalgia-nostalgia masa lalu..

Jika hidup bisa diulang, saya tak yakin akan melakukan hal berbeda.

Karena kenangan-kenangan yang saya miliki ternyata masih cukup indah.

Jika aku kembali ke masa lalu dan mengambil jalan hidup yang berbeda, tentu kenangan-kenangan indah itu tak akan pernah ada..

Sedangkan dalam ingatanku, kenangan masa laluku tampak indah-indah saja, walau masalahnya juga banyak.

Ah… indahnya menerima takdir dan mensyukurinya, aku tak akan sesadar ini jika aku tak posting malam ini.. See you!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *