Hobbies

Seriously… I miss blogging!

Dulu saya pernah ditanya, “apa kesibukan sekarang?” atau “apa yang disukai sekarang?” saya udah lupa tepatnya gimana.

Saya jawab, lagi suka nulis aja. Lalu dia terkekeh sedikit meremehkan; “nulis apa?”

Kujawab, ya ngeblog aja…

Itu terjadi mungkin sepuluh tahun lalu bahkan mungkin lebih.

Jujur agak kaget melihat dia seperti terkekeh begitu, apa yang salah dari istilah “menulis” untuk sebuah aktivitas ngeblog.

Sejak itu, saya tak lagi menggunakan istilah tulisan untuk post-post di blog saya, diganti “coretan” karena sejatinya hanya tulisan gak jelas yang sering kuposting.

Dulu, ketika saya suntuk, saya akan buka blog untuk lalu posting sesuatu.

Sekarang, masa iya saya harus ngedit video kalau suntuk.

Proses menulis dengan menuangkan pikiran melalui tuts-tuts keyboard itu terasa damai dibanding mengedit timeline footage video.

Atau ketika setiap saat saya punya ide, saya harus menyiapkan kamera, background video, lampu, dsb, untuk menuangkan pikiran tsb.

Bandingkan dengan sekedar duduk lalu membuka laptop dan menarilah jari-jari di atas keyboard. Ini jauh lebih asyik…

“Terus kenapa kok gak terus ngeblog aja kek dulu bwang?”

kangen ngeblog

Mungkin karena apresiasi yang sudah amat sangat minim.

Seintrovert-introvert-nya saya, tetap saja kadang saya ingin ide pikiran saya ada yang membaca.

Cobalah kalian lihat blognya IwanBanaran, bahkan seingat saya sekarang sudah dinon-aktifkan kolom komentarnya, begitu juga blog Strategi Manajemen milik bung Yodhia, sama saja sudah hilang itu kolom komentar.

Kenapa?

Ya jelas karena sudah sepi. Tidak ada lagi pengunjung yang menunggu jadwal posting lalu ikut berdiskusi dan meramaikan di kolom komentar.

Tapi di YouTube ramai.. Begitu juga channelnya bang IwanBanaran, ya ramai sekali kolom komentarnya. Apalagi kalau bahas motoGP ya kan.

Intinya, kita sudah berpindah dari dunia blog ke dunia video.

Biasanya saya masih membuka blog atau website itu untuk sesuatu yang bentuknya informasi data yang harus valid dan mudah dilihat.

Misalnya harga barang, spesifikasi produk, atau apalah…

Itupun gen-Z sepertinya lebih suka cari di TikTok. Setelah scroll berapa video padahal belum tentu sudah dapat lengkap semua info yang dicari.

Faktor lain yang mempengaruhi adalah persaingan yang sudah amat sangat luar biasa.

Dulu bisa kita hitung berapa banyak sih blogger, lebih khusus lagi blogger yang sukses.

Tidak banyak kan?

Sekarang, semua orang adalah content creator entah itu di YouTube, TikTok, IG, dan lalu yang banyak lagi di FaceBook.

Ya sudah, siapa pula yang mau dengerin omongan kita kalau masih merintis.

Makanya makin ke sini menurut saya dunia online ini makin ruwet dan makin dikit duitnya.

Hanya yang “niat” aja yang bisa sukses.

YouTube itu asal dirutinin tiap hari bikin video yang bermanfaat, hampir dipastikan setelah berapa bulan akan kelihatan hasilnya.

Gak usah tiap hari deh, tiap minggu saja sudah sangat lumayan kalau konsisten.

Yang bikin gagal di social media dan YouTube adalah rasa malas atau takut yang akhirnya bikin kita gak upload-upload video.

Tapi di tengah ruwetnya dunia sosmed, insyaAllah saya akan tetap rutin nulis eh posting coretan saya di blog just Muha ini karena jujur saja semua domain saya sudah gak diperpanjang, sisa satu ini saja.

Mungkin nanti entah kapan, dunia blogging akan bangkit lagi, who knows ya kan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *