Mini-life yang kumaksud di sini adalah tentang hidup di suatu tempat baru, dalam rentang waktu yang pendek tapi jauh lebih lama dibanding sekedar mampir saat berwisata.

Ini seperti; sementara menetap untuk beberapa bulan. Minimalnya mungkin 1 bulan sudah bisa ya dianggap mini-life, setuju?

Digital nomad

Kalau kita baca-baca artikel tentang nomadic life, sebenarnya banyak dari mereka pelaku hidup berpindah-pindah ini yang sudah menerapkan basic-basic mini-life.

Ya, mereka bisa tinggal beberapa minggu di satu daerah, bahkan mengambil pekerjaan di situ. Sebelum lalu kemudian pindah lagi ke daerah lainnya, kadang negara lain yang berjauhan.

Nah, istilah mini-life pertama kali saya dapatkan adalah dari blognya Kadavy, check link-nya; https://kadavy.net/blog/posts/mini-lives/

Sedikit flashback ke belakang, saya sudah 3 kali loh melakukan mini-lives ini. Pertama adalah di Depok, saya tinggal di sana sekitar 4 bulan. Lalu kemarin ngontrak rumah di daerah Cikarang yang cukup jauh dari tempat tinggal saya sebelumnya, juga sekitar 4 bulan. Lalu berikutnya ngontrak lagi di Jogja, juga sekitar 4 bulan. Sayangnya, yang di Jogja ini keburu diserang oleh negara api, I mean Covid-19. Sehingga saya hanya bisa berdiam diri di rumah 🙁

Eh salah, saya di Jogja gagal 4 bulan, walaupun kontrak rumahnya sudah dibayarin sampai 4 bulan, namun saya harus mudik sebelum mudik itu dilarang, ya jadi cuma 1 bulan saja stay di Jogja. Tapi kok berasa lama banget ya 😀

Nah, mungkin cuma yang di Jogja aja ya yang agak sah disebut mini-life dalam serial kali ini. Karena kan kota wisata, dan kota pendidikan si. Walau gagal berwisata. Padahal niatnya sebelum mudik tu mau keliling2 Jogja dulu mumpung sepi, pengen ngerasain Jogja yang sepi tu kaya apa. Tapi ternyata belum ditakdirkan.. Gapapa.

Nah, hidup semacam ini masih mengusik sih, pingin cobain yang sesuai dengan prinsip2 mini-life. Misalnya, tinggal di Wonosobo for a month.. Cukup lah sebulan juga. Lalu ke Solo, lalu Semarang, berikutnya ke Bali?

Ya ini ngayal aja gaes..

Apa saja yang dibawa?

Mungkin dua tas agak besar cukup ya.. Satu untuk pakaian, satu untuk peralatan sehari-hari. Paling enak si pakai kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Kalau motor, enaknya motor yang punya bagasi besar seperti Freego, NMax, PCX, atau mungkin XMAX; tapi kegedan.

Ini bisa dilakukan buat yang masih single aja si kayaknya. Kalau sampai harus ninggalin istri apalagi anak di rumah, wah agak gak normal si menurut saya ya. So, embrace your single status, hahahaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here