Wisata Religi, Masjid dan Islamic Center Pasir Pengaraian

Di Riau, menurut saya tidak banyak tempat wisata yang mudah dikunjungi. Ya, yang mudah loh ya. Kalau yang bagus sih banyak, tinggal melipir ke arah Kepulauan Riau aja 😀

Namun kalau mau dibuat daftarnya, Riau itu sebenarnya punya banyak tempat wisata loh. Ada Candi Muara Takus kan ya, ada Istana Siak, ada danau-danau alami seperti Danau Raja misalnya, ada juga danau yang indah banget meskipun Danau Buatan. Saya gak ingat nama danau buatan ini apa, pokoknya letaknya masih di wilayah Pekanbaru, tapi agak jauhan dikit si. Danau PLTU sepertinya.

KameraFajar.net from Lihat.co.id

Saya pernah ke Danau Buatan itu, sekitar 13 tahun yang lalu. Fotonya lupa taro mana 😀

Lalu ada Kacamayang, buat tamasya keluarga, sambil leyeh-leyeh tiduran di rerumputan, dan mancing ikan. Ada juga wisata alam dan safari di Konservasi Gajah, ada juga Sungai Kampar, bahkan ada Air Terjun Guruh Gemurai. Saya yakin, kalau mau ditelusuri, Riau ini punya air terjun yang gak sedikit, meskipun memang jauh lebih sedikit dibanding provinsi sebelahnya, maklum, Riau gak punya gunung, punyanya bukit-bukit. Selain Guruh Gemurai, ada juga Air Terjun Aek Martua.

Sayangnya, saya baru browsing barusan bahwa di Rokan Hulu itu ada air terjun Aek Martua itu, ah sayang.

Padahal, artikel ini akan cerita soal tempat wisata Masjid megah di Rokan Hulu, tepatnya di Ibu Kotanya, Pasir Pengaraian.

Masjid Agung Pasir Pangaraian

Sudah di tepi provinsi Sumbar, pemandangan di Rokan Hulu ini lebih indah dibanding Kabupaten Pelalawan misalnya. Tapi ternyata, lumayan jauh banget ke Pasir Paengaraian.

Berangkat dari rumah yang berlokasi di Pangkalan Lesung, berangkat pagi, jam 7 lah kira-kira, itu nyampai di Pasir Pengaraian udah jam 3an sore. Bah, jauh kali.

Berhenti cuma di Pom bensin sekali, di orang jualan jeruk sekali, dan di Musholla yang sudah di Rokan Hulu sekali.

Jauh ternyata. Ini kalau mudik ke Jawa, bisa-bisa sudah sampai lah kita di tepi Sumsel.

Peta dari Ukui ke Pasir Pengaraian

Meski jauh, tapi kami tak menyesal. Ya kita nikmati perjalanannya, jangan terburu-buru harus segera sampai tempat tujuan. Toh wisata itu kan enggak mulu soal tujuannya kan.

Lalu, yang bikin kami tak menyesal, juga karena kami ngitung perjalanan itu dari Pekanbaru, ya total waktu yang habis, dikurang jarak dari rumah ke Pekanbaru dulu. Tujuan utama kami tetaplah Pekanbaru, seperti biasa, Wisata belanja, namun bukan belanja baju, sepatu atau apalah… tapi belanja stock jualan di warung, macam mana pula lah.

Oke.

Setelah berpanas-panasan itu si mobil terkena paparan terik matahari yang sungguh nikmat panasnya, kami sampailah di pusat Rokan Hulu, Pasir Pangaraian.

Kota Pasir Pengaraian Rokan Hulu
Kota yang indah…

Dibanding Ibu Kota kabupaten kami, Pelalawan, Pasir Pengaraian ini jauh lebih berasa kotanya. Bahkan, saya berasa sedang di pulau Jawa, kotanya lebih tertata, lebih rapih, walaupun ya, gak ramai. Justru karena gak terlalu ramai itulah, sepertinya saya bakal betah banget kalau tinggal di sini. Apalagi pemandangan perbukitan yang membelah Riau dengan Sumbar itu begitu indah.

Masjid Agung dan Islamic Center Pasir Pengaraian ini bagus, megah, gede memang, tinggi juga, entah berapa puluh truk yang diperlukan untuk menimbun tanah. Tapi di bawah area atas, di bawahnya juga digunakan untuk ruang-ruang, Islamic Center saya kira.

Kalian cobalah browsing2 saja ya seperti apa Masjid ini.

sudut lain masjid islamic center masjid pengaraian

Jadi, kami tak jamaah di sini. Ya karena kami sudah sholat di Musholla yang kami berhenti tadi, sambil makan siang juga kan karena bawa bekal dari rumah, khas tamasya keluarga 😀

Di Masjid ini, ada menara besar dan tinggi, katanya punya ketinggian 99 meter, seperti namanya, Menara 99.

Masuknya bayar ya, 10 ribu untuk dewasa, 5 ribu rupiah anak-anak. Ngantrinya mungkin sedikit bikin pegel. Tapi alhamdulillah banget, saya dan keluarga cepet naik, gak tau gimana, pokoknya cuma nunggu bentar. Ya sebenarnya kami tau sebabnya, dan saya udah nunggu lama juga dibanding orang-orang lainnya. Tapi pokoknya beruntung karena gabung ke group yang dapet urutan awal-awal.

pemandangan dari menara 99 masjid agung pasir pengaraian
Pemandangan dari atas Menara 99

Di atas menara, tidak ada teropongnya. Saya dan ayah sempat mengira-ngira, mungkin kaca di sekelilingnya ini bekerja juga sebagai kaca pembesar. Kata ayah dan ibu saya, pemandangannya terlihat jelas. Ya bisa juga. Karena gosipnya, ada teropongnya di atas. Ternyata gak ada.

Kalau pagi, mungkin lebih enak ya. Sore hari sehabis ashar naik ke atas itu berasa panas dikit, panas ngantrinya sih. Udah di atas mah adem. Cuma, pas naik lift, itu baunya keringet banget, hahaha.

Banyakin ambil selfie keluarga di halaman masjid ini, karena memang megah, bagus.

Pemandangan dari atas menara masjid agung pengaraian alun-alun pasir pengaraian
Teras samping…

Lalu saya masuk ke area inti masjid. Halaman masjidnya tinggi, karena di bawahnya juga digunakan untuk toilet/tempat wudlu, bahkan katanya ada minimarketnya. Sayang, saya lupa nyempatin masuk ke area bawah masjid dan halamannya.

Sebelum masuk ke dalam masjid, saya mau wudlu dulu, sambil ke toilet, tapi Astaghfirullah, toiletnya bau sekali, bahkan baunya sampai ke area wudlunya. Entahlah, yang saya perhatikan, wc dan area wudlu masjid-masjid di Riau ini banyak yang tidak nyaman buat saya pribadi, bahkan Masjid An-Nur sekalipun.

Masuk ke dalam masjid utama, Subhanallah, memang megah. Karpetnya jelas bukan karpet khas Masjid kecil yang nusuk-nusuk kulit itu. Mimbarnya luas. Ornamen2 di dalam benar-benar mewah. Kalau bukan orang situ, mungkin sholatnya bisa-bisa susah khusu’.

Masjid Agung Pasir Pengaraian

Tidak bisa lama-lama, tidak bisa banyak2 motret di dalam area utama masjid, diusir ama petugasnya. Tapi baik si petugasnya, jadi ngusirnya itu gak langsung, seakan dikasi waktu dulu, tapi jangan lama-lama motretnya, ganggu orang sholat.

Kami keluar masjid, dan pindah ke alun-alun di depannya. Di situ ada penjual-penjual makanan. Cocok buat nongkrong sore hari. Kami jajan bakso, lalu kami meninggalkan pusat kota Pasir Pangaraian, balik menuju Pekanbaru.

Pemandangan dari atas menara masjid agung pengaraian alun-alun pasir pengaraian
Alun-alun…

Overall, wisata religi ini sebenarnya gak religi2 amat. Karena kami lebih fokus ke wisata menara melihat pemandangan dari atas, lalu wisata menikmati arsitektur mewah masjid, dan lalu wisata kuliner di alun-alun.

Menurut saya, kalau Anda dan keluarga perlu tempat wisata yang baru, Masjid Agung Pasir Pangaraian ini bisa dijadikan tujuan. Tapi, kalau anggota keluarga Anda rewel2, terus udah banyak yang sepuh, baiknya dipertimbangkan lagi karena perjalanannya tidak dekat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *